Interlocutor, myself.
- fitri kamila

- Sep 26, 2018
- 2 min read
"Sejak kapan ya
aku kembali
ingin dan suka
dengan sastra dan prosa
tulis menulis"
setiap kali aku
tidak ingin berurusan
dengannya
sekelilingku
semua suka dan pandai
aku terus
menolak
gejolak yang terkubur
aku tahu
aku masih menyimpannya
tapi..
apakah karena dulu
mereka pernah menipuku
menipu kedua malaikatku
sanak dan surga mungilku
ah, kamu tidak bisa disalahkan
benar kamu tidak salah
aku ingat sejak kecil
bahkan mungkin sejak dikandung indung
dunia ini tidak pernah jauh
dariku
aku tau aku menyukainya
kami menyukainya
dan aku tau
beliau dapat bertahan
karena suka
aku teringat
akan ruangan
yang aku tak pernah
lepas darinya
ruangan paling asyik
paling nyaman
yang aku betah berkutat
bergeming bersama bertumpuk
yang siap kunikmati
penjelajahan
kembara
hanya dengan duduk
tapi seperti pasir pantai
yang dilukis para kanak
terhempas ombak
hilang seketika
bekas?
sedikit
lalu hilang lagi
hari itu aku tau pasti akan terjadi
dunia yang aku suka
menghancurkan ekuivalensi
akan materi
yang orang-orang kebanyakan junjung
dari surga kecilku
sedikit demi sedikit
ia, mereka hilang juga
ruang usang
jadi gudang
kemana jendelaku
kemana perginya pesawat
yang mengantar aku
melihat dunia
dimana duniaku yang nyaman dan seru
kerikil
tapi banyak
batu juga jadi ada
aku kesal
aku makin benci
untuk bersendu-sendu
untuk melihat keluar jendela
malaikat ku berubah haluan
tidak lagi
pada dunia itu
karena hidup adalah pilihan
untuk dapat hidup
aku benci sebetulnya
pasokan pesawat tempurku
berkurang dan hilang
bahkan untuk makan saja susah
masih mau pesawat tempur
iya, masa itu
huh
remajaku
aku makin benci berkilo-kilo
aku tidak suka
aku sudah tidak mau
aku sudah sibuk
mau main saja
mau jalan-jalan saja
traveling saja
tidak sempat
lupa
lupa lalu hilang
sampai aku teringat
aku pernah berkata
ah lebay terlalu puitis itu alay
apa sih ga suka baca
gasuka buku lagi
ga sempat juga bacanya
kan ada internet
ternyata aku trauma
untuk terlalu larut
pada hobi
padahal aku tidak benci hal itu
aku benci orang-orang
yang telah menipu berkali-kali
hingga hampir merenggut
rumah
tapi aku
selalu dipertemukan
dengan para tuan dan puan
yang aku tidak dapat lagi
menyembunyikan
curi-curi rasa
bahwa aku masih suka
tapi menolak
tuan puan memang baik hati
aku tau aku suka
tapi aku menolak
dan sekarang
entah dari mana
terimakasih semua
yang telah berhasil
membuatku
menuangkan ini
lagi
berbunga
lagi
tapi maaf
mungkin ada dari kamu wahai
yang mengartikan kata waktu itu
bahwa aku benar-benar menganggap
itu tidak menyenangkan
maaf kamu tidak tau
yang membuatku begini
adalah masalah hati
dan kepercayaan yang dirusak
You never know what are people struggling for, be kind, always. Note to myself.




Comments