top of page

Interlocutor, myself.

"Sejak kapan ya

aku kembali

ingin dan suka

dengan sastra dan prosa

tulis menulis"


setiap kali aku

tidak ingin berurusan

dengannya

sekelilingku

semua suka dan pandai


aku terus

menolak

gejolak yang terkubur

aku tahu

aku masih menyimpannya

tapi..


apakah karena dulu

mereka pernah menipuku

menipu kedua malaikatku

sanak dan surga mungilku

ah, kamu tidak bisa disalahkan

benar kamu tidak salah


aku ingat sejak kecil

bahkan mungkin sejak dikandung indung

dunia ini tidak pernah jauh

dariku

aku tau aku menyukainya

kami menyukainya

dan aku tau

beliau dapat bertahan

karena suka


aku teringat

akan ruangan

yang aku tak pernah

lepas darinya

ruangan paling asyik

paling nyaman

yang aku betah berkutat

bergeming bersama bertumpuk

yang siap kunikmati

penjelajahan

kembara

hanya dengan duduk


tapi seperti pasir pantai

yang dilukis para kanak

terhempas ombak

hilang seketika

bekas?

sedikit

lalu hilang lagi

hari itu aku tau pasti akan terjadi


dunia yang aku suka

menghancurkan ekuivalensi

akan materi

yang orang-orang kebanyakan junjung

dari surga kecilku

sedikit demi sedikit

ia, mereka hilang juga

ruang usang

jadi gudang

kemana jendelaku

kemana perginya pesawat

yang mengantar aku

melihat dunia

dimana duniaku yang nyaman dan seru


kerikil

tapi banyak

batu juga jadi ada

aku kesal

aku makin benci

untuk bersendu-sendu

untuk melihat keluar jendela

malaikat ku berubah haluan

tidak lagi

pada dunia itu

karena hidup adalah pilihan

untuk dapat hidup

aku benci sebetulnya

pasokan pesawat tempurku

berkurang dan hilang

bahkan untuk makan saja susah

masih mau pesawat tempur

iya, masa itu

huh


remajaku

aku makin benci berkilo-kilo

aku tidak suka

aku sudah tidak mau

aku sudah sibuk

mau main saja

mau jalan-jalan saja

traveling saja

tidak sempat

lupa

lupa lalu hilang


sampai aku teringat

aku pernah berkata

ah lebay terlalu puitis itu alay

apa sih ga suka baca

gasuka buku lagi

ga sempat juga bacanya

kan ada internet


ternyata aku trauma

untuk terlalu larut

pada hobi

padahal aku tidak benci hal itu

aku benci orang-orang

yang telah menipu berkali-kali

hingga hampir merenggut

rumah


tapi aku

selalu dipertemukan

dengan para tuan dan puan

yang aku tidak dapat lagi

menyembunyikan

curi-curi rasa

bahwa aku masih suka

tapi menolak

tuan puan memang baik hati


aku tau aku suka

tapi aku menolak

dan sekarang

entah dari mana

terimakasih semua

yang telah berhasil

membuatku

menuangkan ini

lagi

berbunga

lagi


tapi maaf

mungkin ada dari kamu wahai

yang mengartikan kata waktu itu

bahwa aku benar-benar menganggap

itu tidak menyenangkan

maaf kamu tidak tau

yang membuatku begini

adalah masalah hati

dan kepercayaan yang dirusak


You never know what are people struggling for, be kind, always. Note to myself.

Recent Posts

See All

Comments


fitri
kamila

© 2018 by Fitri Kamila

  • White RSS Icon
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Tumblr Icon
bottom of page